Jakarta – Tol Cibitung-Cilincing bakal tersambung penuh akhir tahun ini. Menurut Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Arif Suhartono ruas tol tersebut tersambung penuh setelah konstruksi seksi 4 jalan tol Cibitung-Cilincing selesai November.

Sejauh ini, tol Cibitung-Cilincing sudah beroperasi di 3 seksi, sisa seksi 4 yang masih digarap sepanjang 7,5 km dan belum dibuka. Seksi 2 dan 3 sepanjang 24,7 km baru saja diresmikan Presiden Joko Widodo bulan lalu.

“Targetnya memang bulan depan itu sudah selesai,” ujar Arif ditemui di kantornya, Kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (12/10/2022).

Sebagai informasi, Pelindu memiliki porsi kepemilikan di Tol Cibitung-Cilincing melalui badan usaha jalan tol PT Akses Pelabuhan Indonesia (API). Direktur Utama API Iwan Ridwan menjelaskan saat ini konstruksi seksi 4 sudah mencapai 97% dengan pembebasan lahan 100%.

“Saat ini tinggal 600 meter saja konstruksinya. Mudah-mudahan selesai November,” ujar Iwan di dalam forum yang sama

Nantinya, di bulan November saat konstruksi sudah selesai 100% pihaknya akan mengajukan uji layak fungsi dan uji layak operasi dengan Kementerian PUPR.

“Di akhir November, 100% selesai kontruksi kita langsung ULF, ULO kemudian dapat sertifikat laik fungsi dan operasi,” kata Iwan.

Dari catatan detikcom, tol Cibitung-Cilincing terdiri dari empat seksi dengan total panjang 34,77 km. Rinciannya, seksi pertama sepanjang 2,6 km dari Cibitung ke Telaga Asih sudah beroperasi sejak 2021.

Jokowi bulan lalu meresmikan seksi 2 dan 3 sepanjang 24,7 km, tepatnya seksi Telaga Asih-Tambelang dan Tambelang-Tarumajaya. Sementara itu, untuk seksi 4 sepanjang 7,5 km dari Tarumajaya-Cilincing masih dalam proses konstruksi.

Di sisi lain, Arif sendiri yakin tol Cibitung-Cilincing dapat mempersingkat waktu tempuh menuju wilayah pelabuhan Tanjung Priok, khususnya ke Pelabuhan Kalibaru yang saat ini sedang dibangun.

Arif menjelaskan dengan total 34 km, pabrik-pabrik dari daerah sekitar Karawang dan sekitarnya hanya butuh waktu 34 km menuju area Tanjung Priok. Padahal biasanya, dengan jalur yang sudah ada bisa mencapai 2 jam lebih.

“Kalau efisiensi waktu jelas terpotong jauh, dari timur, dari arah Karawang lah, kan kalau lewat Cikunir JORR dan lain- itu kan macet, bisa jadi 2 jam nggak sampai. Tapi kalau lewat timur itu nggak ada sejam sampai, panjang total 34 km. Mungkin 30-40 menit masuk ke area Kalibaru dan Tanjung Priok,” terang Arif.