Jakarta, 29 September 2026 — PT Akses Pelabuhan Indonesia atau API, Anak Perusahaan PT Pelindo Sinergi Lokaseva (PSL), Subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero), melaksanakan surveilapangan bersama TNI Angkatan Laut (TNI AL) dalam rangka mendukung pelaksanaan pekerjaanpembangunan bangunan pengganti atas Barang Milik Negara (BMN) TNI Angkatan Laut yang terdampak pengadaan tanah untuk pembangunan NPEA. Kegiatan tersebut berlangsung pada 2–7 September 2026 di Sorong, Papua.
Survei lapangan dilaksanakan oleh PT API sebagai bagian dari pekerjaan yang diterima dari Pelindo untuk mendukung proses persiapan pembangunan bangunan pengganti BMN TNI AL. Kegiatan inimenjadi salah satu tahapan awal untuk memperoleh gambaran kondisi eksisting di lokasi sertamengidentifikasi kebutuhan teknis yang perlu diperhatikan dalam penyusunan rencana pekerjaan.
Dalam pelaksanaannya, tim PT API bersama TNI AL melakukan peninjauan langsung terhadap kondisi lokasi dan bangunan eksisting. Berbagai informasi dan temuan di lapangan dihimpun sebagai bahan untuk mendukung proses perencanaan, termasuk dalam mengidentifikasi kebutuhan pekerjaan serta aspek teknis yang perlu dipertimbangkan sebelum pelaksanaan pembangunan.
Pelaksanaan survei juga melibatkan pihak-pihak terkait dalam kegiatan pembangunan NPEA. Koordinasi bersama TNI AL dilakukan untuk memastikan informasi mengenai kondisi dan kebutuhan bangunan pengganti dapat diperoleh secara tepat. Hasil survei selanjutnya akan menjadi bahan bagi PT API dalam menindaklanjuti pekerjaan sesuai dengan ruang lingkup penugasan yang diterima dari Pelindo dan ketentuan yang berlaku.
Plt. Direktur Utama PT API, Juli Tarigan, menyampaikan bahwa pelaksanaan survei bersama TNI AL merupakan bagian penting dari proses pekerjaan yang dipercayakan kepada PT API.
“Kami melaksanakan survei ini sebagai bagian dari pekerjaan yang diterima dari Pelindo, dengan melakukan peninjauan dan pengumpulan data bersama TNI AL di lokasi. Informasi yang diperoleh dari survei akan menjadi bahan penting untuk mendukung penyusunan rencana pekerjaan bangunan pengganti agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan” ujar Juli Tarigan.
Menurut beliau, koordinasi dengan TNI AL menjadi bagian penting dalam pelaksanaan survei untuk menyelaraskan informasi mengenai kondisi eksisting dan kebutuhan bangunan pengganti. PT API akan menindaklanjuti hasil survei sesuai dengan ruang lingkup pekerjaan dan tahapan yang telah ditetapkan.
Melalui pelaksanaan survei ini, PT API terus mendukung Pelindo dalam menjalankan pekerjaan terkait pembangunan NPEA, khususnya dalam proses persiapan bangunan pengganti BMN TNI AL yang terdampak pengadaan tanah. Hasil survei akan menjadi salah satu dasar dalam tahapan pekerjaan selanjutnya, dengan tetap memperhatikan aspek teknis, koordinasi dengan para pihak terkait, serta ketentuan yang berlaku.
